Tampilkan postingan dengan label Pengabdian Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengabdian Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

PF dan Beach Cleaning SWARA Nightingale di HARI BUMI

Swara Nightingale


Hari bumi yang diperingati tepat pada tanggal 22 April lalu menjadi dasar dari suatu kegiatan yang diadakan oleh UKMF SWARA Nightingale Fakultas Keperawatan UNAND, yaitu Pemeriksaan Fisik di TAPLAU / Pantai Padang. Dengan semangat hari bumi, para nightingalers sudah membuka stand pemeriksaan fisik dan mulai melayani beberapa orang yang merupakan warga sekitar maupun orang-orang yang tengah melakukan jalan pagi disekitar lokasi. Para nightingalers yang pada saat itu melakukan pemeriksaan fisik terdiri dari para anggota penuh maupun para caang (calon anggota) SN. Kegiatan ini juga menjadi wadah praktek baru bagi para caang SN dalam menerapkan materi pemeriksaan fisik langsung ke masyarakat berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan golongan darah.

Selesai melakukan kegiatan pemeriksaan fisik, para nightingalers langsung menuju pantai untuk melakukan pembersihan pantai dari sampah-sampah yang tentunya tak enak dipandang. Berbekal handscoon dan plastic sampah besar, para tim hari bumi SN menelusuri pantai sambil memunguti sampah-sampah yang mengganggu kebersihan pantai.
Untuk pelaksanaan yang akan datang, ada baiknya jika kita juga mengikutsertakan orang-orang yang bermukim dan mencari penghasilan disekitar lokasi tersebut. Dengan mengajak mereka bersama-sama melakukan bersih pantai, semoga menjadi kesadaran baru bagi mereka terhadap pentingnya menjaga keindahan dan kelestarian bumi salah satunya daerah pantai. Lestari…!
dikutip dari sini

Nightingale Touching “Sentuhan Perawat Menuju Hidup Bersih dan Sehat”


Tanggal 4, 5, dan 6 Januari 2013 merupakan hari penyemangat bagi para Nightingalers. Kenapa tidak? Hari dimana sebagian besar mahasiswa Universitas Andalas sedang berlibur di kampung halamannya, sedangkan para Nightingalers sedang menunjukkan jati diri melalui sebuah kegiatan alam terbuka ditengah masyarakat yang jauh dari keramaian kota. Yup, hari itu seluruh Anggota aktif MAPALA Fakultas Keperawatan Universitas Andalas “SWARA Nightingale” sedang berada di daerah Sei. Pisang Kel. Teluk Kabung Selatan untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi agenda besar di SN, yaitu NIGHTINGALE TOUCHING. Kehidupan 3 hari dengan mendirikan Tenda Barack ditepi Pantai Sei Pisang menciptakan semangat hebat tersendiri bagi para Anggota SN dalam menjalankan tugas bakti sosial ini.
Acara ini berisi serangkaian kegiatan seperti Pemeriksaan Fisik Gratis, Pemberian Obat-Obatan, Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak, Penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), Penyuluhan Pembuatan Jamban Sehat, Demo Cuci Tangan dan Sikat Gigi Benar kepada Anak SD, Senam Ibu Hamil serta kegiatan yang diamanahkan Dinas Kesehatan Kota Padang kepada para Nightingalers untuk melakukan Pengkajian Komunitas di daerah yang terdiri dari 9 RT di 2 RW ini.
Adapun hasil dari pengkajian komunitas ini, nantinya akan diolah lagi hingga mendapatkan hasil yang tepat terhadap penanganan masalah kesehatan yang ada pada masyarakat daerah Sei.Pisang, untuk kemudian diharapkan dapat menjadi proyek besar bagi Fakultas Keperawatan UNAND bersama Dinas Kesehatan Kota Padang.
Bakti Sosial ini kemudian ditutup dengan kegiatan Beach Cleaning di pinggiran Pulai Sikuai, sambil memanjakan mata dengan keindahan Pulau Sikuai, para Nightingalers kembali menyempatkan waktu untuk melakukan kegiatan yang lebih memberi arti, yaitu membersihkan tepian pantai yang sedikit kotor karena sampah non-organik yang berserakan. Hingga detik-detik kepergian kami meninggalkan daerah Sei.Pisang, Sekretaris Lurah daerah tersebut kembali mengucapkan terima kasih atas kehadiran beberapa Mahasiswa Fakultas Keperawatan yang telah bersedia hadir, memasuki daerah dengan akses transportasi sulit dari kota memberikan pengetahuan kesehatan yang berguna bagi masyarakat.
Kegiatan yang hanya berlangsung selama 3 hari ini benar-benar dimaksimalkan agar dapat menuai manfaat besar bagi masyarakat Sei.Pisang sendiri dan juga bagi para penyelenggara kegiatan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi semangat baru bagi kita, keluarga besar Fakultas Keperawatan UNAND dalam memberikan perawatan holistic kepada seluruh individu maupun kelompok masyarakat dimanapun berada.
LESTARI…! J

Peningkatan Kesehatan Psikososial Pascabencana: “PR” Dalam Mitigasi Bencana

Setelah mengadakan penyuluhan kebencanaan dan masalah psikososial yang timbul dari bencana pada tanggal 12 Agustus 2012 pada masyarakat Kelurahan Limau Manis Kecamatan Pauh Padang, Kamis 04 Oktober 2012 Mapala Swara Nigtingale Fakultas Keperawatan Universitas Andalas yang bekerja sama dengan LSM Nusa Relief kembali melakukan kegiatan pada korban banjir bandang di daerah yang sama. Pada kesempatan ini dilakukan dua kegiatan sekaligus yaitu pemberian terapi relaksasi progresif untuk mengatasi kecemasan dan pengobatan gratis yang kegiatannya dipusatkan di Masjid Raya Limau Manis.
Pemberian terapi relaksasi progresif bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyararkat tentang bagaimana cara mengatasi kecemasan, terutama kecemasan yang diakibatkan oleh bencana. Dalam pelaksanaanya, materi terapi disampaikan oleh dosen spesialis keperawatan jiwa univeristas Andalas yang juga merupakan anggota luar biasa (ALB) Mapala Swara Nightingale Fakultas Keperawatan Unand, Ns. Ira Erwina, M.Kep, Sp. Kep. Jiwa.
Terapi relaksasi progresif merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dengan merelaksasi pikiran dan otot yang dapat dilakukan kapanpun jika mengalami kecemasan baik dengan duduk ataupun berbaring. Hasil yang diharapkan adalah masyarakat dapat mengatasi kecemasan tidak hanya disebabkan oleh bencana tapi juga dalam keadaan lainnya sehingga masyrakat lebih siap secara mental dalam melakukan tindakan yang akan dilaksanakannnya dalam keadaan bencana.
Dasar dari pemberian terapi adalah hasil dari Asassment tim Nusa relif pada korban banjir bandan g tentang Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) seminggu setelah banjir bandang pertama (24 Juli 2012) dan beberapa laporan langsung saat penyuluhan tentang kebencanaan dan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Beberapa fakta yang didapat sangat memprihatinkan, berbagai masalah psikososial muncul, mulai dari perasaan cemas yang berkepanjangan, tegang, gelisah, menagis, ketakutan , waspada, kesulitan tidur, dan gejala lainnya sampai kepada pengalaman traumatic yang mendalam pada masyarakat. Temuan ini tidak bisa dianggap biasa, karena gejala yang ditunjukkan sudah mengarah kepada gejala PTSD yang harus di awasi dalam rentang waktu tertentu untuk dilakukan intervensi jika dalam waktu tersebut masih ditemukan tanda dan gejala yang sama.
Setelah selesai melaksanakan terapi, kegiatan dilanjutkan dengan pengobatan gratis. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama Nusa Relief dengan Puskesmas Pauh sebagai bantuan tenaga dokter, PMI sebagai penyumbang obat obatan, dan Mapala Swara Ningtigale sendir sebagai tim pemeriksaan fisik (seperti tekanan darah, dan keluhan kesehatan) dan pendidikan kesehatan per individu. Selain sebagai penarik minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan terapi relaksasi progresif, pengobatan gratis juga merupakan usulan dari beberapa peserta saat tim melakuanasassment dan penyuluhan kebencanaan pertama. Keluhan kesehatan dari peserta pengobatan berbeda-beda seperti ISPA, gangguan pada kulit, dan penyakit degneratif seperti hipertensi.
Antusiasme masyrakat Limau Manis dalam mengikuti kegiatan merupakan bukti secara implisit bahwa masyarakat masih membutuhkan bantuan dan dukungan dari luar dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul pascabencana banjir bandang. Dua Kali melakukan kegiatan dimasyarakat korban banjir bandang dalam dua kali bencana yang sama yang terjadi dalam waktu berdekatan adalah salah satu bentuk kepedulian dan pengabdian dari Mapala Swara Nightingale terhadap bencana yang pada dasarnya telah mewujudkan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi selain dari pendidikan dan penelitian.
Menyadari akan banyaknya masalah yang ditimbulkan pascabencana, maka pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih pada masalah psikososial. Karena berbicara akibat dari bencana tidak hanya berbicara tentang kerusakan sarana dan prasarana, kehilangan jiwa dan kerugian harta benda, tetapi juga berbicara tentang masalah kesehatan mental yang ditimbulkan akibat dari pengalaman traumatis dari bencana.
Pengalaman traumatik secara psikologis berati pengalaman mental yang luar biasa menyakitkan, melampaui ambang kemampuan rata-rata orang untuk menanggungnya. pengalaman traumatik bisa menyebabkan trauma fisik dan juga trauma psikis. bila trauma psikis tidak ditangani dengan baik dapat memperburuk kondisi korban dan menghambat pemulihan. Meskipun guncangan psikososial yang dialami sebagian besar masyarakat korban peristiwa traumatik bersifat sementara dan akan pulih secara alamiah dalam waktu singkat. gejala-gejala distress mental yang muncul seperti ketakutan, gangguan tidur, mimpi buruk, siaga berlebihan, panik, berduka dan sebagainya merupakan respon psikologik yang normal terhadap peristiwa yang sangat tidak normal perlu mendapatkan dukunangan dari berbagai pihak agar masyarakat dapat melewatinya dalam keadaan yang normal. Pemulihan trauma akibat bencana tidak berhenti dengan upaya tanggap darurat, selesainya rehabilitasi fisik maupun saat kehidupan sehari-hari berjalan kembali normal. justru karena situasi lingkungan sudah jelas dan teratur, ada moment dimana masyarakatingat kembali terjadinya peristiwa traumatik.
Hadirnya lembaga-lembaga NGO lokal, nasional bahkan internasional yang bergerak dalam penaggulangan dan mitigasi bencana selama ini belum bisa membuat masyarakat siap secara mental dalam menghadapi bencana. Hal ini dikarenakan belum maksimalnya program khusus dan sedikitnya NGO yang bergerak dalam bidang kesehatan mental pascabencana. Pemerintah sibuk dengan rehabilitasi dan rekonstruksi fisik tetapi rehabililitasi mental sering terlupakan. Pembuatan peta,tempat dan jalur evakuasi, penataan kota yang aman dari bencana, penyuluhan rumah tahan gempa adalah sebagian bentuk-bentuk program pemerintah dan NGO dalam bencana. Sangat jarang sekali kita mendengar adanya program yang berkaitan dengan kesehatan mental dalam menghadapi bencana. Bagaimana masyarakat akan mengikuti jalur evakuasi saat bencana sedangkan mereka diselimuti rasa panik tanpa tau harus berbuat apa dan mengungsi kemana. Oleh sebab itu, adanya program pemerintah yang makasimal dalam kesehatan mental psikososial akan sanagat membantu masyarakat siap menghadapi bencana secara fisik dan psikis.
Adanya LSM seperti Nusa Relief yang menjalin kerja sama dengan Mapala Swara Nigtigale Fakultas Keperawatan Unand dalam penaggulangan masalah psikososial bencana adalah salah satu bentuk penanggulangan bencana terhadap masalah psikososial. Dengan hadirnya lembaga ini semoga akan menjadi perhatian pemerintah baik dalam membantu pengembangan LSM maupun membuat kebijakan tentang peningkatan penanggulangan masalah psikososial pascabencana dimasyarakat.(//Deky)


Kamis, 23 Mei 2013

SWARA Nightingale Menyelenggarakan Aksi Donor Darah

       


       Padang: Enam puluh lima kantong darah, Selasa siang ( 21/5 ) berhasil dikumpulkan, dari lokasi Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas, Padang yang dilaksanakan oleh anggota SWARA NIghtingale, Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas. Pengabdian masyarakat yang dilakukan panitia SWARA Nightingale ini, merupakan program khusus yang sudah dilaksanakan beberapa kali.
             SWARA NIghtingale, aktif melakukan Pengabdian masyarakat donor darah di kampus Universitas Andalas, dengan tujuan untuk memperingati ulang tahun SWARA Nightingale yang ke-12 dan menambah pesediaan darah segar di kota Padang.

            Aksi donor darah yang dimotori SWARA Nightingale, selain berhasil mengumpulkan enam puluh lima kantong darah, juga berhasil mendapatkan pendonor darah baru. "Syukur alhamdulillah, untuk kegiatan kita kali ini bertambah pendonor darah baru," tegas Ketua SWARA Nightingale.

         Rencananya, setelah sukses mengelar pengabdian masyarakat, panitia SWARA Nightingale akan melakukan kegiatan serupa di tahun mendatang. Enam puluh lima kantong darah yang berhasil didapatkan ketika berlangsung donor darah bersama SWARA Nightingale, selanjutnya diserahkan kepada PMI kota Padang untuk dipergunakan dalam memenuhi kebutuhan darah khusus untuk kota Padang.
(admin 089)

Jumat, 23 November 2012

Donor Darah di Fakultas Keperawatan UNAND

Swara Nightingale

Alhamdulillah SWARA Nightingale telah selesai mnyelenggarakan DORA (Donor Darah) pada tanggal 19 November 2012

Terima Kasih TIM sukses SN terutama Anggota Muda (AM) SN yang menjadi panitia DORA



Peserta Donor Darah...walau lagi donor tapi tetap tersenyum... ^_^

 

Anggota PMI lagi bertugas...



walau lagi donor tapi tetap update status & PM... hehehe



"ini lho bangganya klo kita donor darah"....



masi tetap tersenyum...

 

panitia lagi buka register....



Cek golongan darah dan HB....

 

siap-siap inject....



cek golongan darah

 

selesai donor darah...



siap-siap akan inject
 

siap-siap akan inject...




tidak ada rasa cemas saat donor darah...

 

panitia DORA ^_^


tim sukses DORA...

 

Panitia DORA....



Dosen pun ikut partisipasi...



Selasa, 24 April 2012

Kumpulan foto Pemeriksaan Golongan Darah dan Gula Darah

Swara Nightingale

Pelatihan bagi anggota muda tentang pemeriksaan fisik. Dilihat dari foto-foto dibawah ini merupakan pelatihan cara pemeriksaan golongan darah dan pemeriksaan gula darah.




admin : 089