Tampilkan postingan dengan label SAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juni 2013

PENINGKATAN KUALITAS TIM SWARA NIGHTINGALE DENGAN PELATIHAN SAR OLEH TIM SAT BRIMOBDA SUMBAR

Swara Nightingale




Tepat di hari Sabtu, 9 Februari 2013 menjadi langkah baru menuju kemahiran dan kemampuan bagi para Nightingalers. Sebanyak 17 orang anggota SWARA Nightingale bersama-sama menuju Markas Komando SAT BRIMOBDA SUMBAR untuk mendapatkan pelatihan SAR langsung dari para ahli yang tak asing dan diragukan lagi dalam hal ikhwal penyelamatan korban dilapangan.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini berisi pelatihan-pelatihan yang tidak bisa didapatkan disembarang tempat, diantaranya yaitu Mountaineering – Turun Tebing yang dilakukan pada tower / papan tebing setinggi 27 meter. Dalam scenario pelatihan turun tebing ini, relawan semisal sedang menyelamatkan korban bencana yang lokasi terdapatnya korban jauh dibawah tebing. Materi lainnya yaitu Navigasi Darat, Penyeberangan Basah, SAR/ESAR – Alur Komando Bergeraknya Relawan, Komunikasi Lapangan, Ilmu Mendirikan Tenda, dan PBB (Peraturan Baris-Berbaris).
Selanjutnya, para nightingalers juga diajarkan sekaligus praktek langsung mengenai pemakaianHandy Talkie (HT). Begitu juga dengan pemakaian alat Navigasi Darat canggih yang berhubungan langsung dengan satelit yang bernama “Global Positioning System (GPS)”. Alat yang dapat mempermudah kita dalam melakukan berbagai hal dilapangan ini juga sangat mahal, sehingga masih sangat jarang pihak yang memiliki hingga mampu menggunaan GPS ini.
Namun pada pelatihan yang kami laksanakan, semua teori yang telah disampaikan dapat langsung dipraktekkan karena memang semua alat yang dibutuhkan, didapatkan langsung di MAKO BRIMOBDA SUMBAR ini. Begitu juga dengan kegiatan lain yang mengharuskan kita untuk turun kelapangan dalam hal bencana sangat membutuhkan beberapa peralatan yang (besar harapan kami) disediakan oleh Fakultas. Selain itu kami juga diajarkan tentang alur pengorganisasian tim tanggap bencana di lapangan. Karena memang, untuk turun menjadi relawan dilapangan, dibutuhkan alur komando yang jelas dan perlengkapan yang sebaiknya dibawa. Tidak bisa asal sekedar ingin turun ke lokasi bencana tanpa tau alur koordinasi yang jelas, apalagi tanpa membawa peralatan apa-apa menuju daerah titik bencana tersebut.
Bukan sekedar ilmu mengenai kemampuan lapangan yang diajarkan kepada kami. Tim Brimob yang terdiri dari 4 orang polisi brimob dan 2 orang polwan ini benar-benar mengajarkan kami arti dari Kedisiplinan, Kekompakan, Loyalitas, dan Hierarki yang tentunya menjadi dasar penting dalam segala kegiatan dan keberlangsungan organisasi.
Semoga dengan adanya pelatihan ini menjadi hal yang berguna baik bagi para Nightingalers, Fakultas, hingga masyarakat sekitar. Untuk kedepannya, diharapkan agar Pelatihan SAR ini dapat terus diadakan secara berkala terutama bagi seluruh anggota SWARA Nighitngale Fakultas Keperawatanan UNAND yang pada dasarnya memang disiapkan fisik dan mentalnya dalam pilar Cinta Alam, Pengabdian Masyarakat dan SAR/ESAR ini.
Bagi para nightingalers, semoga semangat kita tidak tertinggal di Markas BRIMOB saja, tetapi tetaplah teruskan semangat ini, sekuat dan sekeras suara yang kita lantangkan saat menyanyikan lagu-lagu penyemangat ditengah teriknya matahari yang panas menyengat :
“Kampus UNAND ke Padang Sarai...
Ikut pelatihaaan SAR...
Malam haaari kedinginan...
SN Tetap Bertahan....!
SN...SN...SN...YES! Huu...Haa! “ J
LESTARI...!!!

LAPORAN PERJALANAN KEGIATAN PEMBERIAN BANTUAN PSIKOSOSIAL UNTUK KORBAN BANJIR BANDANG, SOLOK SELATAN 2012

TIM TANGGAP DARURAT SWARA nightingale fakultas keperawatan unand dalam bencana longsor di kabupaten Agam


Minggu, 27 januari 2013 bencana longsor melanda daerah pemukiman warga di Kampung Dadok, Kenagarian Sungai Batang, Kecamatan Tanjungraya kabupaten Agam. Hingga esoknya, Senin, 28 Januari 2013 pencarian 9 korban yang masih tertimbun longsor masih sulit dilakukan karena terhalang medan yang berat. Selain itu juga evakuasi terhalang oleh banyaknya warga yang menjadi “Wisatawan Bencana” dan ingin sekedar melihat-lihat lokasi terjadinya longsor. Para keluarga korban terlihat berharap, anak, istri, suami, dan keluarganya yang lain, bisa segera ditemukan jenazahnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam mencatat, kerugian materil akibat longsor diperkirakan mencapai Rp 8 miliar. Jumlah tersebut ditaksir karena rata-rata bangunan yang ada di jorong tersebut tidak dapat diselamatkan. Kerugian juga dihitung berdasarkan areal tanaman padi yang tertimbun longsor seluas 3 hektare, kerusakan jalan desa sepanjang 800 meter, 12 unit rumah rusak parah, perkebunan kacang tanah 2 hektare dan barang berharga lainnya.
Senin, 28 Januari 2013, jam 14.00, 5 orang tim tanggap darurat bencana dari unit UKMF Swara Nigtingale Fakultas Keperawatan Universitas Andalas berangkat kelokasi bencana yang tergabung dalam tim tanggap darurat Universitas Andalas. Setelah samapai dilokasi, tim yang terdiri dari Swara Nigtingale Fakultas Keperawatan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat diserahkan secara resmi sebagai relawan oleh Ketua LPPM Univeristas Andalas ke Puskesmas Maninjau. Dalam Acara penyerahan ini juga dihadiri oleh Wakil dekan II fakultas keperawatan (Fitra Yeni, S.Kp,MA) dan Wakil dekan III Fakultas kesehatan Masyarakat serta beberapa dosen dari Fakultas keperawatan dan Kesehatan Masyarakat.
Pada hari pertama dilokasi, DANSATGAS (komandan satuan tugas) pos kesehatan membagi tugas sesuai dengan bidang ilmu tim, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan diberikan tanggung jawab dalam survey kejadian bencana dimulai dari pendataan korban sampai dampak penyakit yang akan ditimbulkan dalam bencana. Mahasiswa dari Swara Nigtingale Fakultas Keperawatan diberikan tanggung jawab khusus yaitu membantu identifikasi korban yang ditemukan sampai penyelenggaraan jenazah korban, menjadi tim medis relawan on way, serta membantu proses evakuasi korban.
Pada hari kedua, tim Swara Nigtingale Fakultas Keperawatan tergabung dalam Sekretariat Pencinta Alam Sumatera Barat (SEKBER PA SUMBAR) karena tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat kembali ke Padang. Dihari kedua ini tim Swara Nigtingale Fakultas Keperawatan lebih banyak membantu pencarian korban bersama relawan lainnya karena samapai tim Swara Nigtingale Fakultas Keperawatan meninggal kan lokasi pada jam 11.00 belum ada korban baru yang ditemukan.
Sampai tim Swara Nigtingale Fakultas Keperawatan meninggalkan lokasi pada tanggal 29 Desember 2013 jam 11.00 WIB, jumlah korban yang sudah ditemukan sebanyak 15 orang dari 20 orang korban keseluruhan yang dinyatakan hilang dan ditambah satu potongan kaki korban. Luas daerah yang terkena longsor adalah 3 Ha, yang terdiri dari 11 rumah dan dihuni oleh 34 orang penduduk. Dari 34 orang penduduk 20 oarng dinyatakan hilang, 4 orang luka-luka dan 10 orang selamat dalam keadaan sehat. Adapun korban yang telah ditemukan, dikuburkan secara massal. Namun ada beberapa korban yang tidak dikuburkan secara massal karena permintaan dari keluarga. Pemakaman dilakukan oleh sejumlah relawan dengan prosesi penurunan jenazah dilakukan dibawah sorotan sejumlah lampu senter.
Semoga bencana ini menjadi pelajaran bagi kita, dan menambah semangat kita untuk terus berkontribusi dalam penaggulangan bencana yang semata-mata demi kemanusiaan dan mengharap ridho tuhan Yang maha Esa, buka demi kepentingan promosi untuk dikenal,dihargai, dan dihormati oleh orang lain.
Salam Lestari….!
Salam Kemanusiaan…!

Tim SWARA Nightingale Fakultas Keperawatan Unand lolos Seleksi Tahap I dalam Youth Competition For Disaster Education


Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya tim SWARA Nightingale (SN) Fakultas Keperawatan Universitas Andalas masuk kedalam 20 besar tim lolos dalam seleksi tahap I pada kegiatan Youth Competition for Disaster Education trip to Kizuna Japan dari 139 tim yang mendaftar se Indonesia. Youth competition for disasaster education adalah sebuah kompetisi yang akan menyeleksi para mahasiswa yang pernah berperan aktif dalam kebencanaan yang nantinya akan diberikan penagalaman dan pendidikan bencana di Kizuna, Jepang. Oleh Karena itu, peluang yang telah terbuka bagi Swara Nightingale ini akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga nantinya jika terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk ikut belajar kebencanaan di Jepang.
Perjuangan dimulai dari pertengahan Oktober 2012 setelah mendapatkan informasi kegiatan, SWARA Nigtingale langsung membentuk tim untuk mengikuti kegiatan. Dengan waktu yang semakin mendesak semua berkas harus dikirim paling lambat 31 Oktober 2012, SWARA Nightingale dengan semangat, keyakinan dan dukungan dari berbagai pihak semua persyaratan berhasil dirampungkan tim dan dikirim pada panitia penyelenggara tanggal 30 Oktober 2012.
Dua minggu kemudian, 16 November 2012 adalah hari yang sangat dinantikan bagi SWARA Nightingale dimana diumumkannya tim yang lolos seleksi tahap I. Alhamdulillah dari 139 tim yang mengikuti seleksi tahap I se Indonesia, SWARA Nightingale masuk kedalam 20 besar tim yang berhak lolos seleksi tahap II. Dengan lolosnya tim ke tahap II, perjuangan akan semakin berat karena akan diseleksi dari 20 tim yang ikut seleksi pada tahap II akan diseleksi lagi menjadi 6 tim yang nantinya akan mengikuti pendidikan bencana selama 12 hari di KIZUNA, Jepang.
Persiapan tim telah dimulai dari tanggal 18 November 2012, dimulai dari teknis, pencarian dana, dan persiapan konsep kegiatan baru berupa model penaggulangan bencana di bidang psikososial yang merupakan kosep ang akan dibawa oleh SN . Selama proses persiapan tim sudah berupaya semaksimal mungkin dengan melakukan uji presentasi kegiatan di depan anggota SWARA Nightingale, didepan Anggota Luar Biasa SN, Pembina SN, dan terakhir di depan pakar Keperawatan Gawat Darurat dan Disaster fakultas keperawatan Unand, Emil Huriani S.Kp.MN; pakar psikososial bencana dan kejiwaan, Ns. Ira Erwina, M.Kep. Sp.Kep.Jiwa dan Ns. Atih Rahayu Ningsih, M. Kep.Sp.Kep.Jiwa. Selain itu hampir setiap hari diskusi dan konsultasi dilakukan termasuk konsultasi konsep ke NGO Nusa Relief yang bergerak di bidang Psikososial.
Rabu, 5 Desember 2012 akan menjadi hari yang menegangkan bagi tim, karena hari inilah akan dilakukan seleksi tahap II berupa presentasi didepan juri dan semua peserta kompetisi. Tim diwakili oleh Hilda rahmatika, Restu Budi Susilo, Reisky Miranda, Syaiful dan Manager tim Deky Ardiyasri serta didampingi oleh Pembina SN Ns. Randy Refnandes, S.Kep akan berangkat ke tempat kegiatan di Japan Foundation Jakarta 4-6 Desember 2012.
Semua usaha sudah dilakukan secara maksimal, untuk itu kami keluarga besar SWARA Nightigle Fakultas Keperawatan Universitas Andalas memohon do’a dan dukungan dari civitas akademika Fakultas keperawatan Universitas Andalas. Mudah-mudahan do’a dan dukungan dari semua pihak akan membawa kesuksesan dan nama baik SWARA Nightingale pada khususnya dan Fakultas Keperawatan Universitas Andalas pada umumnya.
Terimakasih kepada Fakultas Keperawatan yag telah memberikan dukungan moril dan materil sehingga tim terfasilitasi dengan baik, Seluruh civitas akademika, BEM KM Fkep, UKMF Fakultas Keperawatan, terutama SWARA nightingale dan NGO Nusa Relief yang telah membatu secara penuh dalam semua persiapan tim, semoga dukungan ini dapat kami balas dengan sebuah kemenangan. Amin…

Kamis, 19 Januari 2012

SAR

-->
SAR merupakan suatu kegiatan yang bergerak dalam kegawatdaruratan dan pertolongan pertama pada korban bencana alam

Bentuk kegiatan SAR adalah:
  1. Mengadakan dan mengikuti pelatihan SAR
  2. Membentuk tim SAR
  3. Mengikuti secara aktif kegiatan penanggulangan bencana
  4. Menjalin kerjasama yang baik dengan tim SAR dan instansi terkait lainnya

Kediatan yang pernah diadakan :
  1. Pelatihan SAR
  2. Pengiriman bantuan dalam penganggulangan bencana


admin: 089